Be, Do, Have – Part 2

Posting ini melanjutkan pembahasan topik Be, DO, Have Part 1 sebelumnya;

 

Manusia terdiri dari 3 unsur, yaitu:

  • Fisik
  • Pikiran
  • Perasaan

 

Pikiran dan Perasaan adalah 2 faktor UTAMA, karena tubuh fisik akan “mengikuti” perintah  dari Pikiran dan Perasaan manusia;

 

Perubahan paling mengagumkan adalah perjuangan seseorang yang asalnya miskin menjadi kaya;

 

Pada saat:

Pikiran = saya orang miskin

Perasaan = sata orang miskin

 

Maka orang miskin tersebut TIDAK AKAN menjadi kaya

 

Jika orang miskin tersebut memiliki:

Pikiran = saya sudah kaya

Perasaan = saya sudah kaya

 

Maka ia akan “Melakukan (=Do)” tindakan yang dilakukan oleh mereka yang kaya – yang tidak akan dilakukan oleh orang miskin – dan HASIL nya adalah – orang miskin tsb akhirnya BENAR-BENAR menjadi KAYA;

 

BE (=menjadi) membutuhkan PIKIRAN dan PERASAAN yang selaras.

 

Jika pikiran dan perasaan tidak berjalan selaras, orang tersebut akan BINGUNG dan tidak akan melakukan apa yang dilakukan orang kaya sehingga – ia akan miskin SELAMANYA;

 

Atau gampangnya begini,

 

Misalkan ada seseorang bernama Adi yang bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan sebesar Rp. 2,5 juta per bulan di Surabaya. Adi bercita-cita menjadi pengusaha real estate, dan memulai usahanya dengan menjadi broker properti. Ia memiliki seorang idola, yaitu pengusaha real estate terkenal di Amerika, yaitu Donald J Trump.

 

Jadi, apa yang dilakukan oleh Adi agar usahanya berkembang sukses?

 

Karena Adi memiliki idola seorang Donald J Trump yang adalah seorang pengusaha sangat sukses, maka Adi dapat:

 

Meng-COPY pola pikir Donald J Trump

 

Artinya: Adi membayangkan dirinya adalah Donald J Trump, berpikir, merasa dan bertindak sebagai Donald J Trump.

 

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara Adi melakukan proses mengcopy pemikiran Donald J Trump?

 

Caranya sangat sederhana.

Beruntunglah kita yang hidup di abad 21, karena pada masa ini sangatlah mudah bagi individu untuk memiliki akses internet. Dengan demikian kita bisa mengakses informasi selama 24 jam sehari.

 

Adi dapat meng-copy pikiran idolanya melalui:

  • Buku-buku tentang Donald J Trump
  • Buku-buku karya Donald J Trump
  • Tulisan tentang Donald J Trump di koran, surat kabar dan majalah
  • Melihat apa yang disampaikan Donald J Trump di internet – seperti Youtube

 

Dengan mengetahui cara berpikir Donald J Trump, kita dapat mengetahui terdapat perbedaan yang sangat besar antara ia dan masyarakat lain. Itulah sebabnya ia menjadi sukses, kaya dan terkenal;

 

Catatan:

Dengan melihat Donald J Trump berbicara melalui rekaman Youtube, kita dapat meng-copy bahasa tubuhnya yang sangat tegas, tegap dan penuh percaya diri;

Be, Do, Have – Part 1

Apakah Anda sering membaca atau mendengar nasehat dari pembicara terkenal bahwa untuk sukes maka kita perlu Be, Do, Have?

 

Sepintas 3 kata tersebut terlihat membingungkan, karena bagaimana – misal – orang miskin akan dapat menjadi kaya dengan “Be” terlebih dahulu, kemudian Do dan selanjutnya Have?

 

Penjelasannya cukup sederhana;

 

Coba kita ingat salah satu nasehat Einstein yang sangat terkenal, yang intinya adalah:

 

Definisi Gila adalah melakukan perbuatan yang sama terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda

 

Coba kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Ada karyawan dengan gaji Rp. 1,500,000,- per bulan. Ia mengerjakan tugas sehari-harinya dengan baik, dan secara berkala mendapat kenaikan gaji sebagai penyesuaian atas inflasi tiap tahun.

 

Contoh diatas tampak sebagai kehidupan yang “normal”. Problemnya adalah, karyawan tersebut “hanya” menjalankan tugas yang diberikan – dan tidak punya “INISIATIF” untuk melakukan sesuatu pada perusahaan.

 

Seandainya si karyawan ingin mendapatkan gaji sebesar Rp. 4,000,000,- per bulan, maka ia TIDAK BISA hanya “sekedar” menjalankan tugas sehari-hari;

 

Ia harus melihat Dirinya “TELAH” memiliki penghasilan Rp, 4,000,000,- dan menjalankan tugas dan fungsi sebagai seorang karyawan dengan penghasilan tersebut. Sehingga akhirnya ia “benar-benar” mendapat kenaikan gaji yang diidamkan.

 

Penjelasan lebih lanjut;

 

Pola pikir seorang karyawan dengan gaji Rp. 1,500,000,- pasti berbeda dengan pola pikir direktur bergaji Rp. 50,000,000,-

 

Selama karyawan tsb mempertahankan pola pikir karyawan bergaji Rp. 1,500,000,- , maka “SELAMANYA” – ia akan memiliki gaji tersebut dengan kenaikan sesuai inflasi – saja;

Mengapa Sukses?

Mengapa “Sukses”?

Mengapa perlu membahas “Sukses”?

 

Jawabannya sangatlah sederhana;

Setiap orang di dunia ini – pasti – mendambakan mencapai kesuksesan dalam hidupnya, baik dalam bidang:

  • Keuangan
  • Karir
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Kepribadian
  • Relasi
  • Petualangan
  • Ibadah
  • dsb

 

Dalam kenyataannya, jauh lebih banyak mereka yang gagal dibandingkan dengan mereka yang sukses. Kemiskinan lebih mudah ditemui dari pada kekayaan. Kesedihan banyak terjadi di bandingkan dengan kebahagiaan.

 

Mengapa hal ini terjadi?

 

Penyebabnya sederhana;

Pengetahuan

 

Tidak semua orang memiliki pengetahuan yang tepat untuk meraih sukses. Banyak diantara kita yang mendapat pengetahuan yang dapat dikatakan “kadaluwarsa” dalam mencapai sukses;

 

Dunia berubah dengan cepat;

Internet, tehnologi, gaya hidup – semua membuat banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Ada yang siap dan menyambut perubahan dengan melakukan penyesuaian. Sayangnya lebih banyak lagi yang tidak siap dan tidak tahu – bahwa apa yang diketahuinya – sudah tidak tepat digunakan pada masa kini.

 

Dalam blog ini saya akan berbagi pengetahuan atas apa yang saya dapat dari buku, internet dan seminar atas apa yang dibutuhkan untuk mencapai “Sukses”

 

Semuanya bermula dari “Mindset” Anda;